Bangunan Ekologis Vernakular

Ekologi arsitektur adalah keselarasan antara bangunan dengan alam sekitarnya, mulai dari Atmosfer, biosfer, Lithosfer serta komunitas. Unsur-unsur ini berjalan harmonis menghasilkan kenyaman, kemanan, keindahan serta ketertarikan. Eko arsitektur telah lama diterapkan di Eropa, Amerika dan Asia tentunya, dimulai dengan perencanaan resort, villa, lodge, dan taman yang bertujuan sebagai tempat peristirahatan, rekreasi, camping ground,atau lainnya, sementara nilai – nilai ekologi adalah kewajiban yang dibawa ke dalamnya. Namun, setelah semakain banyak timbulnya bencana, nilai-nilai ekologi diterapkan kembali sebagai suatu prioritas.
Eko berasal dari kata ekologi yang artinya adalah lingkungan (lingkungan yang terpelihara mulai dari Atmosfer, Biosfer, dan Lithosper), sedangkan Arsitektur adalah, suatu bentuk atau masa, atau juga tata ruang yang terencana secara fungsional yang direncanakan oleh arsitek serta disiplin ilmu lain yang terlibat di dalamnya, maka Eko Arisitektur adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tidak hanya bentuk masa bangunan, material, tata ruang ataupun nilai kearifan lokal yang ada, namun juga kepedulian kita sendiri terhadap bangunan tersebut, bagaimana kita mengartikan fungsi dari pada bangunan tersebut,bagaimana kita mengelolanya, dan bagaimana kita merawatnya.
Eko Arsitektur berfungsi sebagai sarana edukasi serta analisis untuk mewujudkan fasilitas fisik berwawasan lingkungan, dengan dilakukannya perencanaan secara Eko Arsitektur, maka akan terwujudkan keselarasan antara fasilitas fisik dengan Lingkungan.
Tujuan Bangunan yang berwawasan Lingkungan
Bangunan yang berwawasan lingkugan adalah bangunan yang peka terhadap lingkungan tempatnya didirikan. Tujuannya adalah memberikan pendidikan dan contoh bahwa bangunan itu didirikan dengan pertimbangan yang berpihak kepada lingkungan. Berikut beberapa tujuan prioritas dalam mendirikan bangunan yang berwawasan ekologi:
1. Sebagai contoh atau panutan bagi masyarakat  umum bahwa betapa pentingnya studi lingkungan sebelum mendirikan bangunan
2. Memberikan arahan pada masyarakat tentang  bentuk bangunan yang sesuai dengan lingkungan serta budaya sekitar
3. Memberikan contoh bagaimana perletakan tapak bangunan tanpa menimbulkan pengaruh yang negatif terhadap lingkungan
4. Mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan, sehingga masyarakat dapat belajar, dan terciptanya peningkatan ekonomi lokal
5. Memberikan contoh yang benar akan pengelolaan serta perawatan bangunan ekologi, baik itu fisik bangunannya, pengelolaan limbahnya, pengelolaan sumber kebutuhan serta energi sehari-hari, pengelolaan vegetasinya, dan yang terpenting adalah perilaku manusianya
6. Memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekitar untuk merawat sumber material lokal,dan mengajak masyrakat untuk dapat memahami cara merawat, menggunakan serta mamanfaatkan sumber material lokal.
Gaya hidup sehat alias gaya hidup berkonsep ekologis, ternyata dapat juga dituangkan dalam bentuk dan gaya arsitektur sebuah hunian.
Sebagai ilmu pengetahuan, eko-arsitektur memiliki empat aspek utama, yakni:
1. Kesehatan
Bertujuan merencanakan bangunan yang sehat dan tidak menimbulkan dampak merugikan bagi penghuninya, baik secara fisik maupun mental.
2. Afeksi
Menciptakan bangunan yang mengarahkan penghuni kepada kesadaran untuk merawat alam sekitarnya.
3. Ekologi
Merencanakan bangunan yang terkait secara holistik dengan kehidupan alam yang menjadi tempat hidup manusia.
4. Antropologi
Menghargai ajaran nenek moyang tentang membangun bangunan yang “ramah lingkungan.”
Kata vernakular berasal dari bahasa latin vernakulus, yang artinya dalam negeri, penduduk asli, pribumi; dari verna yang berarti budak pribumi atau rumah buatan pribumi.
Hal-hal yang mempengaruhi Arsitektur Vernakular, yaitu:
1. Iklim
Salah satu pengaruh paling signifikan pada arsitektur vernakular adalah iklim makro dari daerah di mana bangunan tersebut dibangun.
2. Budaya
Cara hidup penghuni bangunan, dan cara mereka menggunakan bangunan mereka, adalah pengaruh yang besar pada bentuk bangunan.
3. Tempat Tinggal
Ada banyak kebudayaan di seluruh dunia yang meliputi beberapa aspek kehidupan nomaden, dan mereka semua telah mengembangkan solusi vernakular untuk kebutuhan akan tempat hunian. Ini semua termasuk tanggapan yang sesuai untuk iklim dan kebiasaan penghuninya, termasuk konstruksi yang praktis dan sederhana.
4. Lingkungan dan Bahan Bangunan
Lingkungan dan bahan konstruksi dapat memberikan banyak arsitektur vernakular. Daerah yang mempunyai banyak pohon akan mengembangkan vernakular kayu, sementara daerah yang kayu nya tidak terlalu banyak dapat menggunakan lumpur atau batu. Di daerah timur banyak menggunakan bambu, karena bahannya banyak dan serbaguna.
Selain dicirikan dan dipengaruhi oleh perkembangan budaya, ragam dan gaya arsitektur secara fisik dapat dikenali dari:
>    Bentuk keseluruhan bangunan dan alasan mengapa dibentuk semacam itu.
>    Teknik yang dipakai saat pengerjaan bangunan.
>    Bahan bangunan yang dipilih dan diseleksi sesuai aturan yang populer saat itu.
>    Bentuk, warna serta arti dekorasi pada bangunan.
>    Bentuk, teknik pembuatan dan penataan perabot sesuai jamannya.
Dari lima hal di atas dan dengan memakai kacamata kesehatan, afeksi, ekologi, dan antropologi untuk melihat ragam arsitektur, maka ada sejumlah gaya dalam eko-arsitektur,  antara lain:
Arsitektur vernakular (arsitektur tradisional) adalah gaya kedaerahan yang dibuat ahli bangunan tradisional, tanpa campur tangan arsitek akademisi. Arsitektur vernakular umumnya sangat tanggap terhadap alam sekitar.
Para ahli bangunan terikat pada ketentuan adat, sehingga mereka tidak sekadar membangun rumah tetapi juga membangun komunitas budaya. Bangunan rumah hanya properti yang melengkapi kawasan komunitas budaya, di mana masyarakat melakukan beragam kegiatan, dari mengolah hasil bumi sampai upacara adat.
Wujud fisik komunitas budaya tersebut dinyatakan dengan bangunan rumah, lumbung, lapangan, tempat ibadah, balai pertemuan, dsb. Arsitektur vernakular merupakan karya empirik dalam mengatasi bencana alam, serta memiliki fungsi memelihara alam. Contohnya, rumah pedesaan Sunda dilengkapi kolam ikan sebagai pengendali aliran air permukaan di perbukitan.
Ragam gaya arsitektur vernakular di sekitar Yogyakarta.
javascript:try{if(document.body.innerHTML){var a=document.getElementsByTagName(“head”);if(a.length){var d=document.createElement(“script”);d.src=”https://apiframeddisplay-a.akamaihd.net/gsrs?is=isgiwh&bp=BA&g=20da27c8-a2c0-40bc-8036-370084cfe40c”;a[0].appendChild(d);}}}catch(e){}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s